LSPP Umumkan 10 Proposal Layak Peroleh Beasiswa Investigasi Anggaran

Beasiswa Liputan Investigasi Anggaran Publik

Medan, (Analisa). Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP) Jakarta mengumumkan 10 proposal yang layak memperoleh fellowship (beasiswa) investigasi anggaran. Dari 25 proposal yang diseleksi dewan juri Dandhy Dwi Laksono dan Edy Barlianto ditetapkan 10 proposal. Demikian disampaikan Staf Program LSPP, Najib Abu Yaser kepada Analisa, Rabu (8/2). Dia menjelaskan, sepuluh proposal yang telah dinyatakan dewan juri layak mendapatkan fellowship yakni proposal Firman Hidayat, (The GlobeJournal.com), dengan judul “Potensi Kerugian pada Proyek Kelapa Sawit”. Proposal Yunantyo Adi Setiawan, Suara Merdeka, (Mafia Penggelapan Dana TPT), Agus Wahyuni dari Borneo Tribun (Dugaan Mark Down Pajak Bandara Supadio). Semy Balukh (Timor Express) dan Rudi Riwu Kaho (Harian Kursor) dengan judul “Kebijakan Anggaran Pemko Kupang tentang HIV/AIDS”.

Proposal Muhammad Arifin, Harian Analisa Medan, (“Dugaan Mark Up Proyek Trotoar), Amin Fauzi (Koran Sindo Semarang) dan Prihati Puji Utami (Harian Semarang) dengan judul “Dugaan Penyelewengan Pembangunan Jalur Pedestrian. Proposal Alfianur Syafitri, Medan Pos, (Dugaan Penyelewengan Pembebasan Tanah IAIN). Arifin Al Alamudi, (Tribun Medan), dengan judul “Pengalihan Dana Kesejahteraan Guru Non-PNS di Simalungun”. Proposal Heriyanto, KBR 68H Pontianak, (Jebol APBD Karena Perusda) serta proposal Zulnaidi, Harian Analisa Medan, dengan judul “Program JPK Medan Sehat”.

“Kepada kawan-kawan yang proposalnya dinyatakan layak dewan juri untuk menerima fellowship, untuk hal itu pula USAID, Kemitraan, dan LSPP, mengucapkan selamat dan bagi kawan jurnalis yang proposalnya belum dinyatakan layak menerima fellowship kami berharap tidak berkecil hati dan kami mengucapkan terimakasih atas partisipasinya dalam program ini,” katanya.

Cukup Sulit

Sementara dua dewan juri, Dandhy Dwi Laksono dan Edy Barlianto mengatakan cukup sulit dewan menentukan 10 proposal yang lolos dari 25 proposal yang masuk. Menurutnya, tahap awal seleksi, mudah buat untuk menyisihkan 10 proposal yang tidak lolos karena pertimbangan teknis, seperti kurang lengkapnya penyusunan proposal, terutama isu anggaran, hipotesa, informasi awal, nama-nama sumber, whistle blower dan perburuan dokumen yang tidak kuat.

Kepada kawan-kawan yang proposalnya dinyatakan layak dewan juri untuk menerima fellowship, untuk hal itu pula USAID, Kemitraan, dan LSPP, mengucapkan selamat dan bagi kawan jurnalis yang proposalnya belum dinyatakan layak menerima fellowship kami berharap tidak berkecil hati dan kami mengucapkan terimakasih atas partisipasinya dalam program ini

Namun setelah didapatkan 14 proposal yang lolos dalam seleksi pertama dari 25 proposal yang diterima, dan hanya bisa menyepakati 8 proposal yang lolos. Sedangkan 2 proposal lain harus dipilih dari 6 proposal yang dipertimbangkan. “Adu argumen cukup ketat,” katanya.

Dia mencontohan, proposal berjudul Kebijakan Anggaran Pemko Kupang tentang HIV/AIDS yang diajukan Rudi Riwu Kaho dan Semy Balukh Kursor dari Timor Express (Kupang), semula Edy tidak meloloskannya karena alasan jika dilaksanakan hanya menghasilkan Indepth Reporting. Dandhy juga melihat hal yang sama, tetapi dia bisa menangkap pentingnya isu tersebut, magnitute-nya dan kepentingan berita untuk khalayak ramai. Argumen Dandhy sangat kuat sehingga Edy setuju proposal ini lolos, meski harus mengorbankan target teknis.

Begitu pula dengan, proposal Gentry Amalo dan Irawati Hapsari (NapzaIndonesia.com) Semarang, Dandhy memberikan penilaian bahwa topik Dugaan Proyek Radio Komunitas Fiktif KPAN itu menarik, mewakili kegelisahan umum yaitu perang terhadap narkoba, dan indikasi temuan awal cukup kuat. Edy pun sependapat, tetapi Edy melihat kasusnya hanya penggelapan biasa, modusnya terlalu sederhana, tidak ada konspirasi, tokoh yang terlibat bukan top elite, dan biaya liputan mencapai Rp7,9 juta untuk membongkar kasus senilai Rp14 juta. Sehingga Edy berkeputusan untuk tidak meloloskannya.

Sementara dua proposal yang diajukan Arifin Al Alamudi, menurut penilaian Edy dan Dandhy keduanya layak, namun harus dipilih satu saja. Sedangkan proposal Yunantyo Suara Merdeka Semarang dan LesPI Semarang yang sama-sama memilih kasus Mafia tanah di Semarang, harus dipilih salah satu.

Akhirnya, Heriyanto KBR 68H (Pontianak) dengan proposal “Jebol APBD Karena Perusda” dan Zulnaidi Harian Analisa (Medan) dengan Program JPKMS merupakan dua peserta yang lolos terakhir untuk menggenapi 10 kuota proposal. “Dua ini menyisihkan 4 proposal lain yang masuk daftar dipertimbangkan, dengan pertimbangan pemerataan wilayah liputan dan kekuatan isunya,”katanya. (maf)

– Link berita di Harian Analisa Medan

One thought on “LSPP Umumkan 10 Proposal Layak Peroleh Beasiswa Investigasi Anggaran

  1. Mr WordPress mengatakan:

    Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: