LSPP Paparkan Program Beasiswa Investigasi Anggaran untuk Jurnalis

LSPP Paparkan Program Beasiswa Investigasi Anggaran untuk Jurnalis
Medan, (Analisa). Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP) memaparkan program fellowship (beasiswa) investasi anggaran untuk jurnalis di Medan. Pemaparan beasiswa bertema “Anggaran Publik Banyak Dikorupsi” Saatnya Jurnalis Menginvestigasi disampaikan, Program Specialist dari LSPP, Hanif Suranto saat berkunjung ke Harian Analisa, Jumat (27/1). Kunjungan diterima Pemimpin Redaksi Harian Analisa, H Soffyan, Wakil Pemimpin Redaksi, H Ali Soekardi dan Sekretaris Redaksi, War Djamil.

Hanif Suranto datang didampingi Anggota Komisi A DPRD Medan dari Fraksi PAN, A Rivai Tambunan dan pengamat anggaran Elfenda Ananda.

Dia menjelaskan, kedatangan untuk mensosialisasikan beasiswa investigasi anggaran untuk jurnalis yang fokus isunya adalah anggaran pelayanan publik. Bagi jurnalis di Medan yang ingin ikutan bisa mengirimkan proposal dengan batas akhir 30 Januari 2012, dan pengumuman pemenang 7 Februari 2012. Proposal dikirim melalui email; sekretariat.lspp@gmail.com dan bagi 10 pemenang disediakan dana peliputan maksimal Rp7.500.000,-.

“Pemberian beasiswa ini sebagai tindak lanjut dari pelatihan sebelumnya yakni pelatihan jurnalis anggaran dan pelatihan investigasi anggaran. Bantuan yang diberikan untuk setiap isu anggaran maksimal Rp7,5 juta setiap investigasi,” kata Hanif.

Menurutnya, LSPP sudah berdiri sejak tahun 1994, dan selama 4 tahun telah menyelenggarakan penghargaan jurnalistik Mochtar Lubis Award dengan lima kategori investigasi, feature, foto jurnalist, dan indept reporting televisi, tapi sayangnya liputan investigasi paling sedikit pesertanya. “Jika kategori lain sampai ratusan, investigasi hanya 27 karya. Itupun hanya 15 karya yang layak disebut peliputan investigatif. Selain itu, pemenang liputan investigasi tidak didominasi media besar melainkan media kecil.

Selain pemberian beasiswa atas kerjasama LSSP, Kemitraan dan USAID di sejumlah kampus juga telah menjalin kerjasama untuk pengembangan mata kuliah jurnalis investigasi. Ada di lima provinsi antara lain Sumut, Kalimantan Barat, NAD, dan Nusa Tenggara Timur.

Di Sumut kerjasama dijalin dengan USU, di NAD dengan Unsyiah dan IAIN Ar-Raniry, selain itu kerjasama juga dilakukan di Universitas Nusa Cendana Kupang. “Di IAIN Ar-Raniry dan Universitas Nusa Cendana sudah dimulai dengan mendatang dosen dari praktisi media,”katanya.

Menurut Hanif, sebenarnya semua jurnalis atau media punya potensi untuk membuat karya jurnalisme investigasi berkualitas tapi memang dalam prakteknya di hadapkan beberapa faktor, dana maupun kualitas SDM. “Saat digelar pelatihan-pelatihan investigasi ternyata potensi itu ada dan kuat, tinggal sentuhan komitmen saja kemudian bisa jadi,”katanya.

Dia menilai, meskipun tidak besar pengaruhnya tapi liputan investigasi anggaran mampu membuat sejumlah perubahan salah satunya adalah masalah dana untuk klub-klub olahraga yang dulu diambil dari APBD tapi sekarang sudah tidak ada lagi dan perubahan lainnya.

Sementara Pengamat Anggaran Elfenda Ananda menilai peran media dalam peliputan investigasi anggaran sangat besar karena tanpa media apapun yang disampaikan pengamat tidak akan didengar jika tidak terpublikasi.

Dimulai dari Hulu

Anggota Komisi A DPRD Medan dari Fraksi PAN, A Rivai Tambunan mengatakan peran media sangat besar untuk melakukan peliputan investigasi. “Jika selama ini lebih kepada persoalan di hilir, belum di hulu. Tapi ke depan sebelum DPRD Medan mengetuk anggaran ada isu dan opini dari hulu mana yang penting. Seterusnya, bisa menjadi inspirasi muatan kepada anggota DPRD supaya proporsi anggaran dalam strukturk sebelum disahkan bisa dipilah-pilah mana yang dominan,”katanya.

Menurutnya, dalam proses anggaran bisa melalui Musrenbang, sampai kepada pembahasan di Badan Anggaran (Banggar), tapi muatan-muatan yang diberikan media akan membuka sehingga bisa digarisbawahi pointer-pointer penting yang menjadi prioritas, dan masukan itu akan dikawal dalam Banggar dan perencanaan anggaran yang betul-betul menyentuh dan berpihak kepada rakyat. “Kita sangat menunggu muatan-muatan investigasi yang cukup berkualitas sehingga menjadi syarat untuk dalam pembahasan,” katanya sembari mengatakangedung sementara DPRD Medan yang akan digunakan ada tiga alternatif Gedung Uniland, Gedung Palladium dan Gedung di Hotel Dharma Deli.

Dia mengaku, jika ada anggota DPRD Medan yang menjadi efek dari isu investigasi pasti ada pengaruhnya. Dia juga menyebutkan

Sementara Pemimpin Redaksi Harian Analisa, H Soffyan mengatakan media sebenarnya sudah memberikan masukan-masukan melalui tajuk rencana maupun pendapat masyarakat yang ditulis dalam opini. “Kita media mengawal hanya sebagai penyampai. Semua terpulang kepada anggota DPRD sendiri,”katanya.

Dia mengaku liputan investigasi sebenarnya produk utama dari karya jurnalistik bukan berita biasa. Tapi memang dalam pelaksanaannya, dibutuhkan SDM yang berkualitas, dan juga dana.

Dalam pertemuan yang berlangsung akrab tersebut, Hanif Suranto menyerahkan poster beasiswa investigasi anggaran dan buku Mochtar Lubis Award yang diterbitkan Dewan Pers. (maf)

– Link berita Harian Analisa Medan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: