Jurnalis Aceh Dibekali Jurnalisme Anggaran

BANDA ACEH – Belasan jurnalis di Banda Aceh dibekali jurnalisme anggaran sebagai upaya meningkatkan kemampuan penulisan tentang peliputan anggaran.

“Kami berharap pelatihan ini para jurnalis dapat meningkatkan kemampuannya dalam memberitakan tentang data-data anggaran yang diperuntukkan membangun Aceh kepada masyarakat,” kata Kadiv Kajian dan advokasi kebijakan publik Gerakan Anti korupsi (Gerak) Aceh, Isra Safril di Banda Aceh, Senin (18/4).

Hal itu disampaikan di sela-sela pelaksanaan pelatihan yang diikuti sekitar 15 jurnalis dari berbagai media lokal dan nasional yang ada di ibu kota provinsi tersebut selama dua hari.

Isra mengatakan para peserta dibekali dengan ilmu teknik mengakses, membaca dan menganalisis dokumen anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

“Dengan berbagai kemampuan yang dimiliki seorang jurnalis itu, maka akan menghasilkan berita-berita yang dibutuhkan publik terhadap implementasi dari anggaran yang disediakan untuk pembangunan di seluruh daerah,” katanya.

Pada pelatihan yang diselenggaran Gerak Aceh bekerja sama dengan LSPP yang didukung kemitraan-partnership dan USAID itu tampil sebagai pemateri Edy Barlianto redaktur Bisnis Indonesia, Koordinator Gerak Aceh Askhalani dan Ucok Sky Khadafi Sekretaris Fitra.

Pihaknya optimistis dengan adanya ilmu yang diperoleh oleh belasan wartawan tersebut akan mampu mendukung kinerja jurnalis dalam menghasilkan tulisan-tulisan yang lebih baik terhadap kebijakan dan implementasi anggaran di masa mendatang.

“Kami juga berharap tata kelola pemerintahan di Provinsi Aceh dapat berjalan lebih baik dan bersih di masa mendatang,” katanya.

Sementara itu, seorang peserta Zulkarnaini Muchtar kontributor Bisnis Indonesia mengatakan pelatihan jurnalisme sangat bermanfaat guna mengontrol berbagai program-program pembangunan yang dianggarkan Pemerintah Pusat dan daerah melalui APBA atau APBN.

“Selama ini rekan-rekan jurnalis ada yang terjebak dengan angka-angka dari anggaran yang disampaikan  narasumber, sehingga butuh sebuah pemahaman lebih baik untuk menganalisis data-data yang disajikan tersebut,” demikian Zulkarnaini. Editor: PRAWIRA SETIABUDI (dat01/antara)

Link berita Harian Waspada

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: