Jay Rosen: “Jurnalis sebagai juru penerang”

Jay Rosen dikenal sebagai seorang pengamat pers dan akademisi yg intens mendalami jurnalisme. Tahun 2010 silam, ia diundang stasiun teve ABC, Australia. Di sana ia menegaskan kembali peran penting pers di era digital sebagai juru penerang (great explainer).

Sila simak video presentasinya.

 

Seri 1 “Jurnalisme Investigasi”

Ini merupakan video tutorial seri “Jurnalisme Investigasi” yang diproduksi Lembaga Studi Pers dan Pembangunan dan WatchDoc.

Semoga bermanfaat.

Dengan kaitkata , , , , , ,

LSPP Umumkan 10 Proposal Layak Peroleh Beasiswa Investigasi Anggaran

Beasiswa Liputan Investigasi Anggaran Publik

Medan, (Analisa). Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP) Jakarta mengumumkan 10 proposal yang layak memperoleh fellowship (beasiswa) investigasi anggaran. Dari 25 proposal yang diseleksi dewan juri Dandhy Dwi Laksono dan Edy Barlianto ditetapkan 10 proposal. Demikian disampaikan Staf Program LSPP, Najib Abu Yaser kepada Analisa, Rabu (8/2). Dia menjelaskan, sepuluh proposal yang telah dinyatakan dewan juri layak mendapatkan fellowship yakni proposal Firman Hidayat, (The GlobeJournal.com), dengan judul “Potensi Kerugian pada Proyek Kelapa Sawit”. Proposal Yunantyo Adi Setiawan, Suara Merdeka, (Mafia Penggelapan Dana TPT), Agus Wahyuni dari Borneo Tribun (Dugaan Mark Down Pajak Bandara Supadio). Semy Balukh (Timor Express) dan Rudi Riwu Kaho (Harian Kursor) dengan judul “Kebijakan Anggaran Pemko Kupang tentang HIV/AIDS”.

Proposal Muhammad Arifin, Harian Analisa Medan, (“Dugaan Mark Up Proyek Trotoar), Amin Fauzi (Koran Sindo Semarang) dan Prihati Puji Utami (Harian Semarang) dengan judul “Dugaan Penyelewengan Pembangunan Jalur Pedestrian. Proposal Alfianur Syafitri, Medan Pos, (Dugaan Penyelewengan Pembebasan Tanah IAIN). Arifin Al Alamudi, (Tribun Medan), dengan judul “Pengalihan Dana Kesejahteraan Guru Non-PNS di Simalungun”. Proposal Heriyanto, KBR 68H Pontianak, (Jebol APBD Karena Perusda) serta proposal Zulnaidi, Harian Analisa Medan, dengan judul “Program JPK Medan Sehat”.

“Kepada kawan-kawan yang proposalnya dinyatakan layak dewan juri untuk menerima fellowship, untuk hal itu pula USAID, Kemitraan, dan LSPP, mengucapkan selamat dan bagi kawan jurnalis yang proposalnya belum dinyatakan layak menerima fellowship kami berharap tidak berkecil hati dan kami mengucapkan terimakasih atas partisipasinya dalam program ini,” katanya. Baca lebih lanjut

Pengumuman Penerima Beasiswa Liputan Investigasi Anggaran

JAKARTA (7/2) – Panitia seleksi Fellowship Investigasi Anggaran yang terdiri dari pihak USAID, Kemitraan, dan LSPP menerima 25 proposal liputan investigasi. Proposal tersebut telah diseleksi oleh Dewan Juri, Dandhy Dwi Laksono dan Edy Barlianto. Dari 25 proposal yang diterima, Dewan Juri telah menetapkan 10 proposal yang layak untuk mendapatkan fellowship.

Sepuluh proposal yang telah dinyatakan oleh dewan juri layak mendapatkan fellowship antara lain: Baca lebih lanjut

LSPP Paparkan Program Beasiswa Investigasi Anggaran untuk Jurnalis

LSPP Paparkan Program Beasiswa Investigasi Anggaran untuk Jurnalis
Medan, (Analisa). Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP) memaparkan program fellowship (beasiswa) investasi anggaran untuk jurnalis di Medan. Pemaparan beasiswa bertema “Anggaran Publik Banyak Dikorupsi” Saatnya Jurnalis Menginvestigasi disampaikan, Program Specialist dari LSPP, Hanif Suranto saat berkunjung ke Harian Analisa, Jumat (27/1). Kunjungan diterima Pemimpin Redaksi Harian Analisa, H Soffyan, Wakil Pemimpin Redaksi, H Ali Soekardi dan Sekretaris Redaksi, War Djamil.

Hanif Suranto datang didampingi Anggota Komisi A DPRD Medan dari Fraksi PAN, A Rivai Tambunan dan pengamat anggaran Elfenda Ananda.

Dia menjelaskan, kedatangan untuk mensosialisasikan beasiswa investigasi anggaran untuk jurnalis yang fokus isunya adalah anggaran pelayanan publik. Bagi jurnalis di Medan yang ingin ikutan bisa mengirimkan proposal dengan batas akhir 30 Januari 2012, dan pengumuman pemenang 7 Februari 2012. Proposal dikirim melalui email; sekretariat.lspp@gmail.com dan bagi 10 pemenang disediakan dana peliputan maksimal Rp7.500.000,-.

“Pemberian beasiswa ini sebagai tindak lanjut dari pelatihan sebelumnya yakni pelatihan jurnalis anggaran dan pelatihan investigasi anggaran. Bantuan yang diberikan untuk setiap isu anggaran maksimal Rp7,5 juta setiap investigasi,” kata Hanif. Baca lebih lanjut

Diikuti Belasan Media Massa di Kupang, Jurnalis Dilatih Investigasi Anggaran

KUPANG, Timex – Dibutuhkan kepekaan jurnalis untuk mengungkap kasus korupsi yang kian marak terjadi. Oleh karena itu, jurnalis harus dibekali keterampilan investigasi. Hal ini dikatakan Dandhy Dwi Laksono dari Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP), pada acara Pelatihan Jurnalisme Investigasi Anggaran dengan tema ‘Meningkatkan pemahaman dan Keterampilan Jurnalis dalam Peliputan Anggaran”, yang berlangsung di Kupang, Jumat (11/11) hingga Sabtu (12/11).

Dalam materi yang diselingi video tentang investigasi para wartawan senior itu, Dandhy mengatakan, dalam membuat laporan investigasi terhadap suatu kejadian atau kasus yang terjadi diperlukan ketekunan dan kejujuran dari seorang junarlis. Pasalnya, laporan investigasi akan dinformasikan kepada publik melalui media dengan fakta yang sebenarnya. “Untuk itu, kejujuran menjadi kunci dalam melakukan suatu investigasi,” kata Dandhy.

Menurut Dandhy, laporan investigasi yang disampaikan oleh seorang jurnalis harus jujur dan disertai bukti serta fakta. Dengan demikian, maka publik akan mengatui secara jelas kasus-kasus yang terjadi. “Dengan laporan investigasi yang dipublikasi secara jujur, maka publik bisa mengetahui siapa yang bersalah dan bertanggungjawab terhadap kasus tersebut,” kata Dandhy. Baca lebih lanjut

Pelatihan Jurnalisme Anggaran, 90 Persen Hidup Kota Kupang Tergantung Pusat

KUPANG, Timex – Dalam APBD Kota Kupang terbaca mayoritas anggaran bersumber dari pemerintah pusat. Sementara pendapatan asli daerah (PAD) hanya sebesar 9,9 persen. Sudah begitu, anggaran belanja pegawai mencapai 63,86 persen. Hal ini mengemuka saat kegiatan pelatihan ‘Jurnalisme Anggaran’ yang berlangsung di Hotel Ima, Kamis (26/5) dan Jumat (27/5) yang diikuti puluhan wartawan dari berbagai media di Kota Kupang. Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari LSM, Vinsen Bureni (Bengkel Appek Kupang), Uchok Sky Khadafi (FITRA Jakarta) dan Edy Barlianto (wartawan Harian Bisnis Indonesia). Pelatihan ini atas kerjasama USAid, Kemitraan, LSPP dan Bengkel Appek Kupang.

Dalam penjelasannya tentang ‘Potret Anggaran di Kota Kupang,’ Vinsen Bureni mengatakan, total APBD Kota Kupang sebesar Rp 535.107.999.884. Dari jumlah itu, PAD Kota Kupang hanya sebesar Rp 53.000.000.000 atau 9,90 persen saja. “Dari rasio itu, maka ketergantungan terhadap pemerintah pusat sebesar 90,10 persen,” kata Vinsen.

Dia juga merinci bahwa masalah yang dihadapi dalam penganggaran selain ketergantungan terhadap pemerintah pusat, juga masih rendahnya keberpihakan anggaran kepada masyarakat. Ini dibuktikan dengan masih tingginya anggaran belanja pegawai. “Untuk belanja publik hanya 36,14 persen. Itupun sudah termasuk belanja DPRD,” sebutnya. Baca lebih lanjut

Media Di Indonesia Masih Asyik di Hilir

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Media pemberitaan di Indonesia sebahagian saat ini masih terfokus pada pemberitaan korupsi dan mark up anggaran yang bagian dari persoalan di hilir. Diharapkan media bisa mengambil peran pengawasan dengan lebih mengedepankan persoalan di hulu seperti proses perencanaan dan penyusunan anggaran.

Mantan Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP) Hanif Suranto mengatakan persoalan korupsi dan mark up anggaran tidak terjadi secara tiba-tiba. Karena keduanya merupakan persoalan yang ada di hilir dan punya proses perencanaan yang dari awal berlangsung dan memberikan ruang untuk melakukan penyimpangan.

“Media masih fokus ke soal korupsi dan mark up. Padahal merupakan persoalan di hilir,” kata Hanif saat memberikan materi dalam training Jurnalisme Anggaran dengan tema Meningkatkan Pemahman dan Ketrampilan dalam Peliputan Anggaran, yang diadakan LSPP dan Forum Indonesia untuk Transfaransi Anggaran (FITRA) Sumut di Hotel Asean Medan, Senin (23/5). Baca lebih lanjut

Jurnalis Aceh Dibekali Jurnalisme Anggaran

BANDA ACEH – Belasan jurnalis di Banda Aceh dibekali jurnalisme anggaran sebagai upaya meningkatkan kemampuan penulisan tentang peliputan anggaran.

“Kami berharap pelatihan ini para jurnalis dapat meningkatkan kemampuannya dalam memberitakan tentang data-data anggaran yang diperuntukkan membangun Aceh kepada masyarakat,” kata Kadiv Kajian dan advokasi kebijakan publik Gerakan Anti korupsi (Gerak) Aceh, Isra Safril di Banda Aceh, Senin (18/4).

Hal itu disampaikan di sela-sela pelaksanaan pelatihan yang diikuti sekitar 15 jurnalis dari berbagai media lokal dan nasional yang ada di ibu kota provinsi tersebut selama dua hari.

Isra mengatakan para peserta dibekali dengan ilmu teknik mengakses, membaca dan menganalisis dokumen anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

“Dengan berbagai kemampuan yang dimiliki seorang jurnalis itu, maka akan menghasilkan berita-berita yang dibutuhkan publik terhadap implementasi dari anggaran yang disediakan untuk pembangunan di seluruh daerah,” katanya. Baca lebih lanjut